Rabu, 28 Desember 2016

Benarkah Sepulang Melaksanakan Ibadah Haji Tidak Boleh Keluar Selama 40 Hari ?

Sudah menjadi tradisi bertamu ke rumah mereka yang baru pulang dari tanah suci untuk mohon didoakan dan juga meminta cinderamata. Bahkan seringkali keluarga maupun tetangga mementingkan penyambutan dan berebut bersalaman lebih dahulu, dengan alasan tabarrukan do'a.<>Memang dianjurkan untuk meminta do’a kepada mereka yang baru datang dari haji. Bukan untuk meminta cindera mata. Sebagian orang menamakan do’a orang yang baru pulang dari haji ini dengan sebutan do’a maghfiroh, yaitu do’a khusus meminta ampunan dari Allah swt atas segala dosa yang telah dilakukan.

Mereka yang baru datang dari tanah suci untuk melaksanakan ibadah haji bagaikan seorang bayi yang baru dilahirkan, masih suci dari dosa-dosa.

Oleh karena itu, do’a dan permohonannya memiliki nilai lebih. Karena kesuciannya itulah posisinya dianggap lebih dekat kepada Allah. Dan diharapkan do’a-do’anya akan terkabulkan.
Sebagain ulama berkata bahwa kondisi tersebut (kemakbulan do’a) dapat bertahan sebelum orang tersebut masuk ke dalam rumahnya. Namun ada yang mengatakan kondisi tersebut akan bertahan hingga empat puluh hari.

 Hasyiyah Jamal

وفيه أيضا ما نصه ويندب للحاج الدعاء لغيره بالمغفرة وإن لم يسأله ولغيره سؤله الدعاء بها وفي الحديث " إذا لقيت الحاج فسلم عليه وصافحه ومره أن يدعو لك فإنه مغفور له " قال العلامة المناوي ظاهره أن طلب الإستغفار منه مؤقت بما قبل الدخول فإن دخل فات لكن ذكر بعضهم أنه يمتد أربعين يوما من مقدمه وفي الإحياء عن عمر رضي الله عنه أن ذلك يمتد بقية الحجة والمحرم و صفر و عشرين يوما من ربيع الأول وعليه فينزل الحديث على الأولية فالأولى طلب ذلك منه حال دخوله فلعله يخلط أو يلهو انتهى والله أعلم بالصواب. حاشية الجمل ٢/٥٥٤

… dan dianjurkan (disunnahkan) bagi para haji untuk memohonkan ampun (do’a maghfiroh) kepada orang lain, walaupun mereka tidak memintanya. Demikian pula bagi mereka (yang tidak berangkat haji) agar meminta untuk dido’akan. Hal ini berdasar pada hadits Rasulullah saw “apabila kalian berjumpa dengan haji (orang yang pulang dari melaksanakan ibadah haji) maka salamilah dia dan jabatlah tangannya dan mintalah agar didoakan olehnya, karena doanya akan mengampunimu” Al-allamah al-Munawi berkata bahwa permitaan doa kepada haji ini sebaiknya dilakukan selama haji itu belum memasuki rumah.
Tetapi sebagian ulama mengatakan bahwa permintaan do’a ini dapat dilakukan hingga 40 hari sepulangnya dari rumah. Dalam kitab Ihya’ Ulumuddin diterangkan berdasakan cerita dari sahabat Umar ra. Keadaan ini dapat diberlangsungkan hingga akhir bulan Dzulhijjah, Muharram dan dua puluh hari Rabiul Awwal. 

Ihya` 'Ulumuddin

وقال عمر رضي الله عنه: الحاج مغفور له ولمن يستغفر له في شهر ذي الحجة والمحرم وصفر وعشرين من ربيع الأول وقد كان من سنة السلف رضي الله عنهم أن يشيعوا الغزاة وأن يستقبلوا الحاج ويقبلوا بين أعينهم ويسألوهم الدعاء ويبادرون ذلك قبل أن يتدنسوا بالآثام.  إحياء علوم الدين

  Bughiyatul Mustarsyidin


ظاهر قوله عليه الصلاة والسلام "اللهم اغفر للحاج " الخ، أنه المتلبس بالحج لا من انقضى حجه لكن ورد أيضا أنه يغفر له ولمن استغفر له بقية ذي الحجة والمحرم و صفر و عشرا من ربيع الأول، و في رواية يستجاب له من دخول مكة إلى رجوعه إلى أهله و فضل أربعين يوما، فالمختار طلب الدعاء منه كما عليه السلف إلى أربعين، و أولى منه أن يكون قبل دخول داره، فلو لم يدخل إلا بعد سنين استمر الحكم.
بغية المسترشدين : ص : ١٤٤

Wallahu a'lam


Sumber
1.  http://www.nu.or.id/post/read/40502/40-hari-do039a-makbul-sepulang-haji
2. http://www.piss-ktb.com/2014/02/2939-keutamaan-orang-yang-baru-datang.html

Senin, 19 Desember 2016

Agama adalah Nasihat / komitmen ( الدين النصيحة )



Al- haditsa (اى تمم الحديث) dan seterusnya ...

دليل الفالحين ج ٢ ص ٤٦٢
ﺃﻥ اﻟﻨﺒﻲ ﻗﺎﻝ: اﻟﺪﻳﻦ اﻟﻨﺼﻴﺤﺔ) ﺃﻱ: ﻫﻲ ﻋﻤﺎﺩ اﻟﺪﻳﻦ ﻭﻗﻮاﻣﻪ ﻛﻘﻮﻟﻪ اﻟﺤﺞ ﻋﺮﻓﺔ ﻓﻬﻮ ﻣﻦ اﻟﺤﺼﺮ اﻟﻤﺠﺎﺯﻱ ﺩﻭﻥ اﻟﺤﻘﻴﻘﻲ: ﺃﻱ ﺇﻧﻪ ﺃﺭﻳﺪ اﻟﻤﺒﺎﻟﻐﺔ ﻓﻲ ﻣﺪﺡ اﻟﻨﺼﻴﺤﺔ ﺣﺘﻰ ﺟﻌﻠﺖ ﻛﻞ اﻟﺪﻳﻦ ﻭﺇﻥ ﻛﺎﻥ اﻟﺪﻳﻦ ﻣﺸﺘﻤﻼ ﻋﻠﻰ ﺧﺼﺎﻝ ﻛﺜﻴﺮﺓ ﻏﻴﺮﻫﺎ (ﻗﻠﻨﺎ ﻟﻤﻦ؟) ﻳﺆﺧﺬ ﻣﻨﻪ ﻣﺮاﺟﻌﺔ اﻟﻤﺘﻌﻠﻢ ﻟﻠﻌﺎﻟﻢ ﻋﻨﺪ اﻹﺑﻬﺎﻡ ﻭاﻹﻟﺘﺒﺎﺱ

(ﻗﺎﻝ لله)
ﻗﺎﻝ اﻟﺨﻄﺎﺑﻲ: اﻟﻨﺼﻴﺤﺔ ﺗﻨﺼﺮﻑ ﺇﻟﻰ اﻹﻳﻤﺎﻥ ﺑﻪ، ﻭﻧﻔﻲ اﻟﺸﺮﻳﻚ ﻋﻨﻪ، ﻭﺗﺮﻙ اﻹﻟﺤﺎﺩ ﻓﻲ ﺻﻔﺎﺗﻪ ﻭﺃﺳﻤﺎﺋﻪ، ﻭﻭﺻﻔﻪ ﺑﺼﻔﺎﺕ اﻟﻜﻤﺎﻝ، ﻭﺗﻨﺰﻳﻬﻪ ﻋﻦ ﺟﻤﻴﻊ اﻟﻨﻘﺎﺋﺺ، ﻭاﻟﻘﻴﺎﻡ ﺑﻄﺎﻋﺘﻪ ﻭاﺟﺘﻨﺎﺏ ﻣﻌﺼﻴﺘﻪ. ﻭاﻟﺤﺐ ﻓﻴﻪ ﻭاﻟﺒﻐﺾ ﻓﻴﻪ، ﻭﻣﻮاﻻﺓ ﻣﻦ ﺃﻃﺎﻋﻪ ﻭﻣﻌﺎﺩاﺓ ﻣﻦ ﻋﺼﺎﻩ، ﻭﺟﻬﺎﺩ ﻣﻦ ﻛﻔﺮ ﺑﻪ، ﻭاﻻﻋﺘﺮاﻑ ﺑﻨﻌﻤﻪ ﻭﺷﻜﺮﻩ ﻋﻠﻴﻬﺎ، ﻭاﻹﺧﻼﺹ ﻓﻲ ﺟﻤﻴﻊ اﻷﻣﻮﺭ، ﻭاﻟﺪﻋﺎء ﺇﻟﻰ ﺟﻤﻴﻊ اﻷﻭﺻﺎﻑ اﻟﻤﺬﻛﻮﺭﺓ ﻭاﻟﺤﺚ ﻋﻠﻴﻬﺎ، ﻭاﻹﺧﻼﺹ ﻓﻲ ﺟﻤﻴﻊ اﻷﻣﻮﺭ، ﻭاﻟﺪﻋﺎء ﺇﻟﻰ ﺟﻤﻴﻊ اﻷﻭﺻﺎﻑ اﻟﻤﺬﻛﻮﺭﺓ ﻭاﻟﺤﺚ ﻋﻠﻴﻬﺎ، ﻭاﻟﺘﻠﻄﻒ ﺑﺎﻟﻨﺎﺱ ﻭﻣﻦ ﺃﻣﻜﻦ ﻣﻨﻬﻢ ﻋﻠﻤﻬﺎ.
ﻗﺎﻝ اﻟﺨﻄﺎﺑﻲ: ﺣﻘﻴﻘﺔ ﻫﺬﻩ اﻷﻭﺻﺎﻑ ﺭاﺟﻌﺔ ﺇﻟﻰ اﻟﻌﺒﺪ ﻓﻲ ﻧﺼﺤﻪ ﻧﻔﺴﻪ، ﻓﺎ ﻏﻨﻲ ﻋﻦ ﻧﺼﺢ اﻟﻨﺎﺻﺤﻴﻦ

(ﻭﻟﻜﺘﺎﺑﻪ) .
ﻗﺎﻝ اﻟﻌﻠﻤﺎء: اﻟﻨﺼﻴﺤﺔ ﻟﻪ اﻹﻳﻤﺎﻥ ﺑﺄﻧﻪ ﻛﺘﺎﺏ اﻟﻠﻪ ﻭﺗﻨﺰﻳﻠﻪ، ﻻ ﻳﺸﺒﻪ ﺷﻴﺌﺎ ﻣﻦ ﻛﻼﻡ اﻟﺨﻠﻖ ﻭﻻ ﻳﻘﺪﺭ ﻋﻠﻴﻪ ﺃﺣﺪ ﻣﻨﻬﻢ، ﺛﻢ ﺗﻌﻈﻴﻤﻪ ﻭﺗﻼﻭﺗﻪ ﺣﻖ ﺗﻼﻭﺗﻪ ﻭﺗﺤﺴﻴﻨﻬﺎ ﻭاﻟﺨﺸﻮﻉ ﻋﻨﺪﻫﺎ ﻭﺇﻗﺎﻣﺔ ﺣﺮﻭﻓﻪ ﻓﻲ اﻟﺘﻼﻭﺓ، ﻭاﻟﺬﺏ ﻋﻨﻪ ﻟﺘﺄﻭﻝ اﻟﻤﺤﺮﻓﻴﻦ، ﻭاﻟﺘﺼﺪﻳﻖ ﺑﻤﺎ ﻓﻴﻪ ﻭاﻟﻮﻗﻮﻑ ﻣﻊ ﺃﺣﻜﺎﻣﻪ، ﻭﺗﻔﻬﻢ ﻋﻠﻮﻣﻪ ﻭﺃﻣﺜﺎﻟﻪ، ﻭاﻻﻋﺘﻨﺎء ﺑﻤﻮاﻋﻈﻪ ﻭاﻟﺘﻔﻜﺮ ﻓﻲ ﻋﺠﺎﺋﺒﻪ، ﻭاﻟﻌﻤﻞ ﺑﻤﺤﻜﻤﻪ، ﻭاﻟﺘﺴﻠﻴﻢ ﻟﻤﺘﺸﺎﺑﻬﻪ، ﻭﻟﻠﺒﺤﺚ ﻋﻦ ﻋﻤﻮﻣﻪ ﻭﺧﺼﻮﺻﻪ ﻭﻧﺎﺳﺨﻪ ﻭﻣﻨﺴﻮﺧﻪ، ﻭﻧﺸﺮ ﻋﻠﻮﻣﻪ ﻭاﻟﺪﻋﺎء ﺇﻟﻴﻪ ﻭﺇﻟﻰ ﻣﺎ ﺫﻛﺮﻧﺎ ﻣﻦ ﻧﺼﻴﺤﺘﻪ

(ﻭﻟﺮﺳﻮﻟﻪ)
ﻭﻧﺼﻴﺤﺘﻪ: ﺗﺼﺪﻳﻘﻪ ﻋﻠﻰ اﻟﺮﺳﺎﻟﺔ ﻭاﻹﻳﻤﺎﻥ ﺑﻪ، ﻭﻃﺎﻋﺘﻪ ﻓﻲ ﺃﻭاﻣﺮﻩ ﻭﻧﻮاﻫﻴﻪ، ﻭﻧﺼﺮﺗﻪ ﺣﻴﺎ ﻭﻣﻴﺘﺎ، ﻭﻣﻌﺎﺩاﺓ ﻣﻦ ﻋﺎﺩاﻩ ﻭﻣﻮاﻻﺓ ﻣﻦ ﻭاﻻﻩ، ﻭﺇﻋﻈﺎﻡ ﺣﻘﻪ ﻭﺗﻮﻗﻴﺮﻩ، ﻭﺇﺣﻴﺎء ﻃﺮﻳﻘﺘﻪ ﻭﺳﻨﺘﻪ، ﻭﺑﺚ ﺩﻋﻮﺗﻪ ﻭﻧﺸﺮ ﺳﻨﺘﻪ، ﻭاﺳﺘﻔﺎﺩﺓ ﻋﻠﻮﻣﻬﺎ ﻭاﻟﺘﻔﻘﻪ ﻓﻲ ﻣﻌﺎﻧﻴﻬﺎ، ﻭاﻟﺪﻋﺎء ﺇﻟﻴﻬﺎ ﻭاﻟﺘﻠﻄﻒ ﻓﻲ ﺗﻌﻠﻴﻤﻬﺎ ﻭﺇﻋﻈﺎﻣﻬﺎ ﻭﺇﺟﻼﻟﻬﺎ، ﻭاﻟﺘﺄﺩﺏ ﻋﻨﺪ ﻗﺮاءﺗﻬﺎ، ﻭاﻹﻣﺴﺎﻙ ﻋﻦ اﻟﻜﻼﻡ ﻓﻴﻬﺎ ﺑﻐﻴﺮ ﻋﻠﻢ ﻭﺇﺟﻼﻝ ﺃﻫﻠﻬﺎ ﻻﻧﺘﺴﺎﺑﻬﻢ ﺇﻟﻴﻬﺎ، ﻭاﻟﺘﺨﻠﻖ ﺑﺄﺧﻼﻗﻪ ﻭاﻟﺘﺄﺩﺏ ﺑﺂﺩاﺑﻪ، ﻭﻣﺤﺒﺔ ﺁﻟﻪ ﻭﺃﺻﺤﺎﺑﻪ، ﻭﺑﻐﺾ ﺃﻫﻞ اﻟﺒﺪﻉ ﻓﻲ اﻟﺴﻨﺔ ﻭاﻟﻤﺘﻌﺮﺿﻴﻦ ﻷﺣﺪ ﻣﻦ اﻟﺼﺤﺎﺑﺔ

(ﻭﻷﺋﻤﺔ اﻟﻤﺴﻠﻤﻴﻦ)
ﻭﻫﻲ ﺑﻤﻌﺎﻭﻧﺘﻬﻢ ﻋﻠﻰ اﻟﺤﻖ ﻭﻃﺎﻋﺘﻬﻢ ﻭﺃﻣﺮﻫﻢ ﺑﻪ، ﻭﺗﻨﺒﻴﻬﻬﻢ ﻭﺗﺬﻛﻴﺮﻫﻢ ﺑﺮﻓﻖ ﻭﻟﻄﻒ، ﻭﺇﻋﻼﻣﻬﻢ ﺑﻤﺎ ﻏﻔﻠﻮا ﻋﻨﻪ ﻭﻟﻢ ﻳﺒﺎﻟﻐﻮا ﻣﻦ ﺣﻘﻮﻕ اﻟﻤﺴﻠﻤﻴﻦ، ﻭﺗﺮﻙ اﻟﺨﺮﻭﺝ ﻋﻠﻴﻬﻢ، ﻭﺗﺄﻟﻒ ﻗﻠﻮﺏ اﻟﻤﺴﻠﻤﻴﻦ ﻟﻄﺎﻋﺘﻬﻢ، ﻭﺃﻻ ﻳﻐﺮﻭا ﺑﺎﻟﺜﻨﺎء اﻟﻜﺎﺫﺏ ﻋﻠﻴﻬﻢ ﻭﻳﺪﻋﻰ ﻟﻬﻢ ﺑﺎﻟﺼﻼﺡ، ﻫﺬا ﻛﻠﻪ ﺑﻨﺎء ﻋﻠﻰ ﺃﻥ اﻟﻤﺮاﺩ ﺑﻬﻢ اﻟﺨﻠﻔﺎء ﻭﻏﻴﺮﻫﻢ ﻣﻤﻦ ﻳﻘﻮﻡ ﺑﺄﻣﺮ اﻟﻤﺴﻠﻤﻴﻦ، ﻭﻫﺬا ﻫﻮ اﻟﻤﺸﻬﻮﺭ، ﻭﺣﻜﺎﻩ اﻟﺨﻄﺎﺑﻲ.
ﺛﻢ ﻗﺎﻝ: ﻭﻗﺪ ﻳﺘﺄﻭﻝ ﺫﻟﻚ ﻋﻠﻰ اﻷﺋﻤﺔ اﻟﺬﻳﻦ ﻫﻢ ﻋﻠﻤﺎء اﻟﺪﻳﻦ، ﻭﻣﻦ ﻧﺼﻴﺤﺘﻬﻢ ﻗﺒﻮﻝ ﻣﺎ ﺭﻭﻭﻩ ﻭﺗﻘﻠﻴﺪﻫﻢ ﻓﻲ اﻷﺣﻜﺎﻡ ﻭﺇﺣﺴﺎﻥ اﻟﻈﻦ ﺑﻬﻢ

(ﻭﻋﺎﻣﺘﻬﻢ)
ﺃﻱ: ﻣﻦ ﻋﺪا ﻭﻻﺓ اﻷﻣﺮ ﻭﻧﺼﻴﺤﺘﻬﻢ ﺑﺈﺭﺷﺎﺩﻫﻢ ﻟﻤﺼﺎﻟﺤﻬﻢ ﻓﻲ ﺩﻧﻴﺎﻫﻢ ﻭﺃﺧﺮاﻫﻢ، ﻭﺇﻋﺎﻧﺘﻬﻢ ﻋﻠﻴﻪ ﺑﺎﻟﻘﻮﻝ ﻭاﻟﻔﻌﻞ، ﻭﺳﺘﺮ ﻋﻮﺭاﺗﻬﻢ ﻭﺳﺪ ﺧﻼﺗﻬﻢ، ﻭﺩﻓﻊ اﻟﻤﻀﺎﺭ ﻋﻨﻬﻢ ﻭﺟﻠﺐ اﻟﻤﻨﺎﻓﻊ ﺇﻟﻴﻬﻢ، ﻭﺃﻣﺮﻫﻢ ﺑﺎﻟﻤﻌﺮﻭﻑ ﻭﻧﻬﻴﻬﻢ ﻋﻦ اﻟﻤﻨﻜﺮ ﺑﺮﻓﻖ، ﻭﺃﻥ ﻳﺤﺐ ﻟﻬﻢ ﻣﺎ ﻳﺤﺐ ﻟﻨﻔﺴﻪ، ﻭﻳﺬﺏ ﻋﻦ ﺃﻧﻔﺴﻬﻢ ﻭﺃﻣﻮاﻟﻬﻢ ﻭﺃﻋﺮاﺿﻬﻢ ﺑﺎﻟﻘﻮﻝ ﻭاﻟﻔﻌﻞ، ﻭﻳﺤﺜﻬﻢ ﻋﻠﻰ اﻟﺘﺨﻠﻖ ﺑﺠﻤﻴﻊ ﻣﺎ ﺫﻛﺮﻧﺎ ﻣﻦ ﺃﻧﻮاﻉ اﻟﻨﺼﻴﺤﺔ، ﻭﻗﺪ ﻛﺎﻥ ﻓﻲ اﻟﺴﻠﻒ ﻣﻦ ﺗﺒﻠﻎ ﺑﻪ اﻟﻨﺼﻴﺤﺔ ﺇﻟﻰ اﻹﺿﺮاﺭ ﺑﺪﻧﻴﺎﻩ.
و الله أعلم.

Sabtu, 10 Desember 2016

SEPULUH (10) PERSAMAAN MUSIM SEMI DAN HARI KEBANGKITAN














Dalam sebuah hadits, Rosululllah SAW bersabda:
قال عليه الصلاة والسلام اذا رايتم الربيع فاذكروا النشور
artinya : Jika kalian melihat musim semi maka ingatlah akan hari kebangkitan (dari kubur).


Berikut sepuluh persamaan musim semi dan hari kebangkitan

1. Bahwa biji bijian dan tumbuh tumbuhan keluar/tumbuh dari bawah bumi pada saat musim semi, sebagaimana seluruh orang mati dan yang terpendam akan keluar saat hari kebangkitan, sebagaimana firman Allah : "Dan bumi mengeluarkan pendamannya".

2. Bahwa datangnya musim semi menjadi ketentraman dan kebahagiaan bagi sebagian manusia, dan menjadi sakit yang menyakitkan bagi sebagian yang lainnya, sebagaimana hari kebangkitan menjadi kebahagiaan bagi sebagian dan kegelisahan serta kebingungan bagi yang lainnya.

3. Bahwa orang yang mengkonsumsi makanan yang kering di musim dingin, ia akan mengalami sakit, borok dan bisul di musim semi karena bergeraknya darah dalam keringatnya. Demikian orang yang memakan makanan haram di dunia, maka ia akan di siksa , hina dan merugi di hari kebangkitan.

4. Bahwa kebanyakan/mayoritas manusia menanam dan bercocok serta menebar benih tanaman dimusim semi dengan segala usaha dan kepayahan namun kadang tanaman menjadi rusak dengan datangnya musim dingin dan musim panas, sebagaimana terjadi di hari kebangkitan dimana ketaatan sebagian manusia hanya menjadi debu yang beterbangan (tidak memperoleh ganjaran) karena terbakar panasnya ma'siyat dan dinginnya kekufuran dan riya`.

5. Bahwa manusia pada musim semi duduk duduk di pinggir sungai yang mengalir disamping perkebunan dan pertamanan ditemani orang yang dikasihi dan sanak kerabat, sebagaimana hari kebangkitan dikumpulkan orang orang yang ikhlas beserta orang orang yang sholeh.

6. Bahwa pada musim semi berhembus dua angin, angin syimal dan angin shoba, angin ini membawa kemanfaatan pada sebagian manusia namun menjadi kemadhoratan bagi sebagian yang lain, Sebagaimana terjadi di hari kebangkitan, angin kebahagian berhembus dan memberi kebahagiaan bagi yang berbahagia dan angin celaka berhembus membawa kecelakaan bagi orang yang celaka.

7. Bahwa sebagian pohon pada musim dingin menjadi kering dan rontok daunnya, dan pada musim hujan kembali tumbuh daun muda dan kembali menghijau, sebagaimana di hari kebangkitan, orang orang yang beribadah dan zuhud mereka mengenakan pakaian ketaatan dan dan ibadah, memakai mahkota dari kemuliaan dan mengenakan pakaian keagungan dan kemuliaan.

8. Bahwa tanaman ketika di tanam di musim semi,maka pemiliknya bahagia dengan tumbuhnya tanaman itu dimusim semi juga, siapa yang tidak menanam di masa itu ia akan menyesal, sebagaimana terjadi di hari kebangkitan tetkala hamba yang beribadah di muliakan dengan pahala dan ketaatan, maka menyesallah orang yang tidak menanam ketaatan dan ibadah (ketika di dunia).

9. Bahwa tanaman yang di tanam di musim gugur, maka akan tumbuh menjulang di musim hujan, sebagaimana di hari kebangkitan, jika di dunia beramal kebaikan, maka ia menemukan kebaikan di akhirat, demikian sebaliknya. Karena dunia adalah tempat menanam untuk akhirat.

10. Bahwa musim semi di bumi akan menampakkan beraneka macam bunga yang warna warni, dengan berbagai macam rupa, jenisnya dari yang berwarna merah,kuning,putih serta bunga berwarna hitam. Demikian di hari kebangkitan, akan tampak jelas keikhlasan, ketaqwakalan, kecintaan, ketakutan, kekufuran dan kemunafikan.
Wallahu a'lam

KITAB : TAFSIR SURAT YAASIIN, HALAMAN 10-11, Karya SYEIKH HAMAMY
Kitab ini khusus memberikan tafsir atas surat yaasiin saja, dari segi qiroat, i'rob, tafsir, kabar tarikh.

Qonun Asasi Nahdlatul 'Ulama

  MUQODDIMAH_QONUN_ASASI_NU (Pendahuluan Fondasi Dasar Jam'iyyah NU)   Jam'iyyah Nahdhotul 'Ulama' mempunyai garis...