Selasa, 25 Februari 2014

HAJJI KU DIDEPAN RUMAHKU


 ﻭﺭﻭﻱ ﻋﻦ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻠﻪ ﺑﻦ ﺍﻟﻤﺒﺎﺭﻙ ﺃﻧﻪ ﻗﺎﻝ: ﻓﺮﻏﺖ ﻣﻦ
ﺣﺞ ﻋﺎﻣﺎً ﻓﻨﻤﺖ ﻓﻲ ﺍﻟﺤﺮﻡ، ﻓﺮﺃﻳﺖ ﻣﻠﻜﻴﻦ ﻧﺎﺯﻟﻴﻦ ﻣﻦ
ﺍﻟﺴﻤﺎﺀ ﻓﻘﺎﻝ ﺃﺣﺪﻫﻤﺎ ﻟﻶﺧﺮ: ﻛﻢ ﺣﺞ ﻣﻦ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻓﻲ
ﻫﺬﺍ ﺍﻟﻌﺎﻡ؟ ﻓﻘﺎﻝ ﺍﻵﺧﺮ ﺳﺘﻤﺎﺋﺔ ﺃﻟﻒ. ﻗﺎﻝ: ﻓﻜﻢ ﻗﺒﻞ
ﺣﺠﻬﻢ؟ ﻓﻘﺎﻝ: ﻟﻢ ﻳﻘﺒﻞ ﺣﺞ ﺃﺣﺪ ﻣﻨﻬﻢ. ﺛﻢ ﻗﺎﻝ: ﻟﻜﻦ
ﺭﺟﻞ ﻓﻲ ﺩﻣﺸﻖ ﻳﺨﺼﻒ ﺍﻟﻨﻌﻞ ﺍﺳﻤﻪ ﻣﻮﻓﻖ ﻟﻢ ﻳﺄﺕ
ﻟﻠﺤﺞ، ﻭﻟﻜﻦ ﻗﺒﻞ ﺣﺠﻪ، ﻭﺑﺒﺮﻛﺔ ﺍﻟﺤﺞ ﻗﺒﻞ ﺣﺞ ﺍﻟﻜﻞ،
ﻓﺎﻧﺘﺒﻬﺖ ﻓﻘﺼﺪﺕ ﺩﻣﺸﻖ، ﻭﻭﺻﻠﺖ ﺇﻟﻰ ﺑﺎﺑﻪ، ﻓﺨﺮﺝ
ﺇﻟﻲّ ﺭﺟﻞ ﻓﺴﺄﻟﺘﻪ ﻋﻦ ﺍﺳﻤﻪ ﻓﻘﺎﻝ ﻣﻮﻓﻖ. ﻓﻘﻠﺖ: ﺃﻱّ
ﺧﻴﺮ ﺧﺮﺝ ﻣﻨﻚ ﺣﺘﻰ ﻭﺟﺪﺕ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﺪﺭﺟﺔ، ﻓﻘﺎﻝ: ﻛﻨﺖ
ﺃﺭﺟﻮ ﺍﻟﺤﺞ، ﻭﻣﺎ ﺃﻣﻜﻨﻨﻲ ﻟﻀﻴﻖ ﻳﺪﻱ ﻓﺤﺼﻠﺖ ﺛﻼﺛﻤﺎﺋﺔ
ﺩﺭﻫﻢ ﻣﻦ ﺧﺼﻒ ﺍﻟﻨﻌﻞ، ﻭﻗﺼﺪﺕ ﺍﻟﺤﺞ ﻓﻲ ﻫﺬﺍ
ﺍﻟﻌﺎﻡ، ﻭﻛﺎﻧﺖ ﺍﻣﺮﺃﺗﻲ ﺣﺎﻣﻼً ﻓﺸﻤﺖ ﺭﻳﺢ ﺍﻟﻄﻌﺎﻡ ﻣﻦ
ﺩﺍﺭ ﺟﺎﺭﻱ ﻓﺎﺷﺘﻬﺖ ﺫﻟﻚ، ﻓﻘﺼﺪﺕ ﺑﻴﺖ ﺍﻟﺠﺎﺭ، ﻓﺨﺮﺟﺖ
ﺍﻣﺮﺃﺓ ﻓﺄﺧﺒﺮﺗﻬﺎ، ﻓﻘﺎﻟﺖ: ﻟﻘﺪ ﺍﺿﻄﺮﺭﺕ ﺇﻟﻰ ﺷﺮﺡ
ﺍﻟﺤﺎﻝ، ﻓﺈﻥ ﺃﻳﺘﺎﻣﻲ ﻟﻢ ﻳﻄﻌﻤﻮﺍ ﺷﻴﺌﺎً ﺛﻼﺛﺔ ﺃﻳﺎﻡ ،
ﻓﺨﺮﺟﺖ ﻓﺮﺃﻳﺖ ﺣﻤﺎﺭﺍً ﻣﻴﺘﺎً ﻓﻘﻄﻌﺖ ﻣﻨﻪ ﻗﻄﻌﺔ
ﻭﻃﺒﺨﺘﻪ ﻓﻬﻮ ﺣﻼﻝ ﻟﻨﺎ ﻭﺣﺮﺍﻡ ﻋﻠﻴﻜﻢ، ﻓﺠﺌﺖ ﺩﺍﺭﻱ
ﻭﺃﺧﺬﺕ ﺍﻟﺜﻼﺛﻤﺎﺋﺔ ﺩﺭﻫﻢ ﻭﺟﺌﺖ ﺑﻬﺎ ﺇﻟﻰ ﺩﺍﺭ ﺟﺎﺭﻱ،
ﻭﺃﻋﻄﻴﺘﻬﺎ ﻭﻗﻠﺖ ﻟﻬﺎ ﺃﻧﻔﻘﻲ ﻋﻠﻰ ﺃﻳﺘﺎﻣﻚ. ﻭﻗﻠﺖ
ﻟﻨﻔﺴﻲ: ﺇﻥ ﺍﻟﺤﺞ ﻓﻲ ﺑﺎﺏ ﺩﺍﺭﻱ ﻓﺄﻳﻦ ﺃﺫﻫﺐ
.

diriwayatkan dari Abdullah bin Mubarak, dia berkata:di suatu tahun ketika aku selesai berhaji, aku tertidur di masjidil haram, kemudian aku bermimpi melihat dua malaikat turun dari langit, lalu yg satu berkata:''berapa banyak orang yang berhajji pada tahun ini''? jawab yang lain:''enam ratus ribu'' lalu di tanya:'' berapa banyak yang diterima"? jawabnya:'' tidak seorang pun yang diterima, hanya ada seorang tukang sepatu di damsyiq bernama muwaffaq, dia tidak dapat berhajji, tetapi diterima hajjinya, hingga semua yang hajji pada tahun ini diterima dengan berkat diterima hajjinya muwaffaq itu.
ketika aku mendengar percakapan itu terbangunlah aku dari tidur, dan langsung aku berangkat ke Damsyiq mencari Muwaffaq itu sehingga sampai depan pintunya, keluarlah seorang laki-laki, dan aku menanyakan namanya? jawabnya:'' Muwaffaq''lalu aku tanya kepadanya: kebaikan apa yang telah engkau lakukan hingga engkau mendapat derajat yang demikian ini? jawab Muwaffaq: tadinya aku ingin berangkat hajji, tetapi tidak bisa karna tidak ada uang, lalu aku mendapat 300 dirham dari hasil pekerjaanku menambal sepatu, sedang istriku dalam keadaan hamil, lalu ia mencium bau makanan dari rumah tetanggaku dan menginginkan makanan itu, maka aku pergi kerumah tetanggaku, dan keluar dari rumah itu seorang perempuan, lalu aku beritahu hajatku (untuk minta makanan yang ia masak). jawab perempuan itu, aku terpaksa memberitahu keadaan yang sebenarnya, sesungguhnya anak-anak yatimku sudah tidak makan tiga hari, maka aku keluar mencari makanan untuk mereka, dan aku melihat bangkai himar, maka aku potong sebagian dagingnya dan aku masak, maka makanan itu halal untuk kami dan haram untukmu.

aku mendengar jawaban itu segera aku pulang kerumah mengambil uang 300 dirham dan aku serahkan kepada tetanggaku itu, dan aku berkata pada perempuan itu:''belanjakanlah uang ini untuk anak-anak yatimmu. ''. dan aku berkata pada diriku:'' hajjiku didepan pintu rumahku, maka kemanakah aku akan pergi.?
 
 
Foto Ical Rizaldysantrialit.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Qonun Asasi Nahdlatul 'Ulama

  MUQODDIMAH_QONUN_ASASI_NU (Pendahuluan Fondasi Dasar Jam'iyyah NU)   Jam'iyyah Nahdhotul 'Ulama' mempunyai garis...